Terbuat dari apakah selop Cinderella ?

Bukan Kaca, tetapi Bulu Bajing.
Charles Perrault, yang menulis versi modern kisah tersebut pada abad ke-17, salah mendengar kata vair (bulu bajing) dalam dongeng abad pertengahan yang dipinjam dan diperbaruinya dengan kata verre (kaca) yang kedengarannya mirip.
Cinderella adalah sebuah kisah yang kuno dan universal. Ada sebuah versi asal Cina yang berasal dari abad ke-9 dan 340 versi lain sebelum yang dibuat ole Perrault. Tak satupun versi awal tersebut menyebutkan selop kaca. Dalam kisah yang “orisinal” “Yeh-Shen”, selop tersebut terbuat dari benang emas dengan sol emas padat. Dalam versi Skotlandia “Rashie-Coat” selop tersebut dibuat dari rumpun gelagah. Dalm dongeng Prancis abad pertengahan, yang diadaptasi oleh Perrault, sepatu Cinderella digambarkan sebagai Pantoufles de vair-selop dari bulu bajing.
Sebuah sumber mengatakan bahwa kekeliruan vair-verre tersebut terjadi sebelum masa Perrault dan dia semata-mata hanya mengulangnya. Yang lain berpikir selop kaca adalah gagasan Perrault sendiri dan sejak awal dia bermaksud menggunakannya.
Oxford English Dictionary mengungkapkan bahwa vair, yang digunakan dalam bahasa Inggris dan juga Prancis sejak setidaknya tahun 1300, berasal dari bahasa Latin Varius, “sebagian-berwarna”, dan merujuk kepada bulu dari sebuah spesies bajing yang “banyak digunakan untuk pinggiran pakaian”.
Snopes.com menyatakan bahwa Perrault tidak mungkin salah mendengar vair sebagai verre karena vair “tidak lagi digunakan padea masa hidupnya”. Keterangan ini sangat meragukan-kata tersebut masih digunakan dalam bahasa Inggris sampai setidaknya tahun 1864. Perrault adalah seorang pengarang Paris dari kelas-atas yang naik menjadi Direktur Académie Franĉaise. Karyanya Tales of Mother Goose (1697), yang awalnya direncanakan sebagai hiburan untuk istana dan diterbitkan dengan nama anak laki-lakinya yang berusia 17 tahun, langsung popular dan menimbulkan sebuah genre literature baru: dongeng. Selain Cinderella, versi kisah-kisah klasiknya yang terkenal meliputi Putri Tidur, Si Tudung Merah, Si Janggut Biru, dan Kucing bersepatu Lars.
Selain memoles kisah Cinderella-menambahkan tikus-tikus, buah labu, dan ibu peri-Perrault mengurangi kesadisannya. Dalam buku asli abad pertangahan tersebut, saudara-saudara perempuan yang buruk rupamemotong jari kaki mereka untuk mencoba selop tersebut, dan setelah sang pangeran menikahi Cinderella, sang raja membalas dendam kepada mereka dan ibu tiri yang kejam denagn memaksa mereka berdansa sampai mati dengan mengenakan sepatu bot besi yang panas. Banyak dari kisah-kisah ini yang belakangan dikembalikan lagi oleh Grimm Bersaudara.
Dalam Three Contribution to theory of sex, Freud menyatakan selop adalah symbol alat kelamin wanita.

~ oleh harvarlordmania pada 11 Oktober 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: